Wednesday, March 4, 2015

Tangisan Ujian



Sekarang dia berdoa supaya dimatikan di usia muda. Sekali lagi. 

Apa guna dia hidup penuh dengan kesedihan. Apa guna dia hidup jikalau kenangan pahit zaman kecilnya masih menghantuinya sehingga saat ini. Apa guna dia hidup kalau hidupnya hanya perlu mendengar tohmahan dan makian yang dilemparkan padanya. Sehinga sekarang.

Ya, dia bukan anak yang baik. Dia mungkin anak yang menyebabkan kematian ibunya. Bukankah sudah diceritakan, 'membawanya' akan berisiko pada ibunya itu?

Dan menangislah dia di satu malam itu. Mengadu itu, mengadu ini pada DIA. Dan muncullah ayat...

"DIA tak akan pernah uji seseorang manusia itu jikalau bukan kemampuan manusia itu."

Apakah dia harus senyum dengan tangisan bahwasanya dia itu insan yang kuat menghadapi ujian dari DIA?


"Tuhan itu Maha Pengasih, sayang. DIA Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kamu. Sabar. Ini semua tidak lama."







3 comments:

  1. yup. memang kemampuan dia itu sangat tinggi...

    ReplyDelete
  2. Tak mengapa, ibu tetap sayangkan anaknya. Sebab itu ibu tetap lahirkan walau tahu ianya berisiko.

    ReplyDelete

Daun lili daun keladi
Kalau sudi, sila komen lagi.