Wednesday, December 24, 2014

Palsu



Manusia bertopengkan senyuman palsu seperti dia adalah sesuatu yang biasa aku lihat di mana-mana. Dalam kalangan manusia yang sibuk mengejar kebahagian dunia, ya, senyuman palsu satu cara untuk menutupi segala rasa duka yang kian bercambah di dasar hati. Di sudut yang paling paling dalam. Yang hanya Tuhan saja yang tahu erti senyuman itu.

Katanya mereka, “People change when they get hurt.”

Dan aku iyakan saja dengan kenyataan itu.

Apa kau tahu tentang perubahan dia di saat kau robek hatinya dengan tingkah laku kau yang kejam itu?

Apa kau tahu tentang tangisan dia di saat kau tuturkan ayat yang paling kejam 
pernah dia dengar?

Apa kau tahu tentang air matanya yang dibazirkan disebabkan kau?

Satu senyuman palsu.

Dua senyuman palsu.

Tiga senyuman palsu.

Itu saja yang dia lakukan di hari-hari mendatang.

Katanya mereka, senyuman mampu menutupi rasa kecewa di hati. Maka diciptakanlah senyuman palsu itu.

Soalnya aku pada dia di satu hari saat tangisan awan menemani perbualan kami.

“Kau dah berubah.”

Dia senyum. Senyuman palsu. “People change when they get hurt, kawan.”





3 comments:

Daun lili daun keladi
Kalau sudi, sila komen lagi.